Sahabat Rumah Belajar di Masa Pandemi
Sahabat
Rumah Belajar (SBR) merupakan angan-angan dan impian setiap pendidik di seluruh
penjuru tanah air, tak terkecuali dari banua kita yang berdomisili di perkotaan
maupun di pedesaan. SBR adalah 30 pendidik terbaik setiap provinsi yang memiliki komitmen dalam
melakukan pengembangan dan pendayagunaan serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK. SBR ini akan
berkompetisi positif dengan berbagi inovasi pembelajaran di masing-masing wilayah untuk dinobatkan sebagai Duta
Rumah Belajar (DRB).
Dengan
menjadi DRB, pendidik akan menjadi wajah perwakilan daerahnya dalam pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan
kebudayaan, terutama Rumah Belajar.
Kemudian berkesempatan mengikuti bimbingan teknis pengembangan
bahan ajar berbasis TIK baik di pusat maupun daerah. Dilibatkan
pada acara dan kegiatan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan baik di
pusat maupun daerah. Terakhir bertemu
dan bertukar wawasan dengan pendidik-pendidik berprestasi dari seluruh provinsi
di Indonesia.
Akan tetapi untuk menjadi DRB, SRB harus melewati beberapa tahapan pelaksanaan
pemilihan melalui program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) yaitu bimtek daring pengetahuan dasar literasi,
Implementasi pendalaman pengetahuan, Kreasi pembuatan karya, dan Berbagi TIK.
Sebelumnya pendidik harus mendaftarkan diri melalui
aplikasi Simpatik dengan alamat http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ menjadi peserta yang akan mengikuti rangkaian proses tahapan menjadi DRB.
Selanjutnya DRB terpilih diharapkan menjadi mesin pengerak utama yang mampu membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah maupun di komunitas KKG atau MGMP. Pemanfaatan portal Rumah Belajar akan lebih optimal dan efektif dalam membantu Pusdatin mensosialisasikan dan mendeseminasikan segala fitur yang ada. DRB juga akan menjadi pendorong bagi pendayagunaan TIK kedalam pembelajaran kepada Sahabat dan rekan sesama pendidik yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas tersebut.
Sekarang SRB dihadapkan oleh situasi pandemi Covid-19 yang mewabah hampir diseluruh negara dan mengharuskan kita beradptasi dengan kebiasaan hidup baru. SRB di masa pandemi mempunyai tantangan tersendiri yang harus di jalani dalam berbagi dan memberikan inovasi pembelajaran yang menunjang dalam kondisi saat ini. Sehingga seorang SRB tidak serta mesta bisa melakukan sesuatu dengan maksimal karena dibatasi pergerakan penyebaran wabah pandemi. Protokol kesehatan harus selalu dioftimalkan dengan menjaga jarak dan sering mencuci tangan secara berkala.
Oleh karena itu merupakan suatu kebanggaan tak terhingga ketika dinobatkan sebagai SRB 2020 dari Pusdatin Kemdikbud. SRB akan terus berbagi dan berinovasi pembelajaran berbasis TIK tanpa harus memprioritaskan diri menjadi DRB. SRB akan berusaha menghindari kompetisi dan tetap fokus dalam mengembangkan kompetensi diri untuk kemajuan dunia pendidikan.
Seandainya pun diberikan kesempatan dan kepercayaan menjadi DRB, pendidik akan tetap menjadi Sahabat bagi rekan-rekannya. Karena sebagai seorang DRB harus bersikap rendah hati dan membuka diri untuk selalu berbagi inovasi pembelajaran bersama DRB dan SRB lainnya. Menjadi DRB mempunyai tanggung jawab dan kewajiban mensosialisasikan Fortal Rumah Belajar sampai ke pelosok-pelosok penjuru tanah air dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Kemudian
DRB juga harus intens menjaga Kesehatan dan koordinasi dengan berbagai
steakholder pendidikan untuk mengontrol perkembangan fortal rumah belajar (belajar.kemdikbud.go.id) secara masif. DRB harus
mengadaptasikan Sumber Belajar, Kelas Maya, Bank Soal, dan Laboratorium Maya di
masa pandemi ini. DRB juga harus membiasakan pendidik untuk belajar di mana
saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Sehingga merdeka belajarnya dalam
menggunakan Fortal Rumah Belajar untuk kemajuan Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar